Wednesday, 26 December 2012

Recommended Movie : Habibie&Ainun


Jadi ditengah badai tugas dan Final Project(s) yang sedang saya hadapi pada minggu minggu tenang ini, saya memutuskan untuk refreshing sebentar. Saya memutuskan untuk menonton film Habibie & Ainun. Saya cuma sebatas tau sih, kalau film tersebut diilhami dari pengalaman pak presiden kita, B. J. Habibie dan dari buku yang telah diterbitkan. Nah, sebenernya saya gak pingin terlalu mengumbar spoiler-2 sih, ntar gakasik dong kalau diceritain detail.




Nah, film ini dimainkan oleh Reza Rahardian (Habibie) dan Bunga Citra Lestari (Ainun). Dua jempol, empat sekalian juga gapapa buat aktingnya Reza Rahardian, dia terlihat sangat total memainkan perannya sebagai habibie, membuat penonton film ini seakan dibawa masuk kedalam kehidupan romantis mereka berdua. Diceritakan pasang surut kehidupan Habibie & Ainun saat awal pernikahan mereka, kehidupan berat mereka di Jerman dan juga saat - saat detik terakhir kehidupan Ainun. Ainun digambarkan sebagai wanita yang kuat, tegar dan amat menyayangi suaminya.

Nah, penasaran kan, ayuk nonton yuk, jangan nonton film barat mulu. Kita harus menghargai karya bangsa Indonesia, apalagi yang bagus kaya gini :-)
Oiya ada satu quote pak Habibie yang aku sukaaa banget, "Sebetulnya bangsa Indonesia bisa menjadi bangsa yang mandiri, sayang mereka tak pernah percaya"

Ini adalah puisi karya pak Habibie mengenang mendiang istrinya, Ainun :')


"Sebenarnya ini bukan tentang kematianmu, bukan itu.
Karena, aku tahu bahwa semua yang ada pasti menjadi tiada pada akhirnya,
dan kematian adalah sesuatu yang pasti, 
dan kali ini adalah giliranmu untuk pergi, aku sangat tahu itu.


Tapi yang membuatku tersentak sedemikian hebat,
adalah kenyataan bahwa kematian benar-benar dapat memutuskan kebahagiaan dalam diri seseorang, sekejap saja, 
lalu rasanya mampu membuatku menjadi nelangsa setengah mati,
hatiku seperti tak di tempatnya, dan tubuhku serasa kosong melompong, hilang isi. 

Kau tahu sayang, rasanya seperti angin yang tiba-tiba hilang berganti kemarau gersang.
Pada airmata yang jatuh kali ini, aku selipkan salam perpisahan panjang, 
pada kesetiaan yang telah kau ukir, pada kenangan pahit manis selama kau ada,
aku bukan hendak mengeluh, tapi rasanya terlalu sebentar kau disini. 
Mereka mengira aku lah kekasih yang baik bagimu sayang,

tanpa mereka sadari, bahwa kaulah yang menjadikan aku kekasih yang baik.
mana mungkin aku setia padahal memang kecenderunganku adalah mendua, 
tapi kau ajarkan aku kesetiaan, sehingga aku setia, kau ajarkan aku arti cinta, sehingga aku mampu mencintaimu seperti ini.

Selamat jalan, 
Kau dari-Nya,
dan kembali pada-Nya, 
kau dulu tiada untukku, dan sekarang kembali tiada.

selamat jalan sayang, 
cahaya mataku,
penyejuk jiwaku, 
selamat jalan,
calon bidadari surgaku "

0 komentar:

Post a Comment